“Barter Jiwa”


sebuah kiasan yang bermakna terlalu luas.

Anda tidak perlu merasa tersinggung jika memang ini bukanlah perilaku yang anda lakukan. Kalau saya? Saya sedang mereviewnya sekarang. 3 tahun terakhir saya melakukan barter jiwa dengan berbagai hal.

1) Uang.

2) Jabatan.

3) Uang.

Bayangkan saja, hanya dalam 3 tahun saya sudah membarterkan jiwa saya untuk 3 hal diatas. Bagaimana dengan orang yang sudah berusia 30 tahun? 50 tahun? 60 tahun? 70 tahun? Adakah orang yang seumur hidupnya tidak pernah membarterkan jiwanya untuk hal lain? atau malah seumur hidup membarterkan jiwanya? Saya akan angkat topi. Bagaimana caranya tetap hidup di masyarakat modern tanpa barter jiwa? Bagaimana caranya tetap mempertahankan jiwa kita otentik dengan tetap mempertahankan posisi di masyarakat?

Pertanyaan saya mungkin tidak ada jawaban pastinya. Tapi, dengan mempertanyakan hal ini, berarti anda telah berusaha memikirkan kesejahteraan jiwa anda.

-Provocative night-

Advertisements

Author: onedust

House-Wife. Writer. Blogger. Translator. Chef. Mother. Possibly every other job.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s