Hati-Hati Modus Penipuan ini!


Mendekati Hari Lebaran, Nampaknya akan banyak modus penipuan dan perampokan yang terjadi di sekitar kita. Seperti barusan 15 menit yang berlalu, Bapak Mertuaku ditelpon oleh seseorang yang mengatakan bahwanya anaknya (suamiku) mengalami kecelakaan. Masalahnya dia juga menyebut nama saya dengan benar (OMG). Untungnya orang itu belum selesai bicara, telponnya langsung dimatikan oleh bapak mertua. Alhasil mama mertua panik dan menelpon ke orang rumah di Jakarta untuk mengecek apakah kabar tersebut benar. Ya tentu saja tidak. Tapi anyway, ini modus penipuan yang sangat sangat menyebalkan!!

Saya kemudian cek kabar ini dengan nyokap, dan katanya sekumpulan orang-orang ini (kita sebut saja sindikat) bisa tahu profile keluarga kita. Hati-hati lho! apalagi disaat lengah, kadang-kadang mereka menelpon pasangan kita dan mengatakan suatu kebohongan yang konteksnya mengadu domba kita, Astagfirullah! Atau berbohong soal keluarga kita yang (kebetulan) sedang keluar kota, dan meminta sejumlah uang untuk ditransfer.

Kisah nyatanya terjadi di salah satu karyawan kantor nyokap, yang saya akan ceritakan kembali :

Orang ini menelpon ke nyokap yang mengatakan bahwa direktur utama butuh sejumlah uang untuk membiayai pelatihan (caution : orang yang menelpon biasanya sangat meyakinkan, dan sepertinya memantau aktivitas perorangan personel rumah sakit, dan dalam hal ini kata nyokap gue, suaranya bisa sangat persis dengan kolega yang kita kenal). Kemudian nyokap bilang bahwa dia tidak bisa asal mentransfer tanpa approval salah satu direksi keuangan. singkat cerita, nyokap mengecek ke direksi keuangan apakah benar direktur utama sedang berada di X (dan ternyata memang benar!) dan uang tersebut ditransfer. Loss : 40 million Rupiah.

Anyway, bila anda/kerabat/saudara/pasangan anda mendengar orang yang terkena musibah ini, things to do:

1) Selalu Cross-Check ke orang-orang terdekat kita. Misalnya pasangan kita lagi diluar kota, dan kebetulan sinyal hpnya jelek dan tidak bisa dihubungi, lalu kita ditelpon oleh sindikat ini bahwa pasangan kita kecelakaan. Jangan langsung percaya. Hubungi semua possible number : telpon kantor, telpon hotel tempat menginap, telpon orang yang berangkat bareng suami.. pokoknya cek dulu semuanya.

2)Jangan panik. this is most important. Otak manusia dibuat dengan setting ketika mendengar kata “kecelakaan”, “selingkuh”,”tabrakan”, bagian yang memproses emosi amigdala (hehe semoga belum lupa istilah psikologi) langsung bereaksi. Kita jadi kurang bisa berpikir logis. Count to 10 to deep breath and give time to re-think about the situation.

3) (Kalo kita bisa sama canggihnya dengan si penipu) kata ade gue, better kita mengenali kode tertentu dalam kalimatnya yang kurang make sense. Bisa jadi dia benar dalam menyebutkan nama semua anggota keluarga kita, tapi belum tentu kalimat yang diucapkannya bersinergi satu sama lain. Agak susah menyebutkan contohnya. Tapi kalau memang suara di telpon itu bukan suara yang menghipnotis, coba kita tanya balik dengan pertanyaan yang cuma kita dan orang terdekat yang tahu. Misalnya (kalau dia bilang dia lagi di lokasi kecelakaan) tanya saja pertanyaan : suami saya punya tahi lalat di daerah punggung kiri ga?  Nah.. kalau dia ga bisa jawab, berarti dia bohong dan matikan telponnya.  Ini cuma contoh yang saya kepikiran sekarang.

4) Selalu ajak orang terdekat untuk mendampingi kita (bila kita sudah dalam konteks tertipu dan setuju untuk transfer) dan akan otw ke ATM. Keberadaan orang yang mendampingi diyakini dapat mengurangi efek ketertipuan kita (please open kamus indonesia). dan syukur-syukur membuat kita mencancel transfer uang.

5) Precaution untk seterusnya : Jangan sembarangan memberikan pin ATM, info bank, dll walaupun ke keluarga sendiri. Bukannya ga percaya sama keluarga kita, tapi jaman sekarang penjahat canggih bgt. Pada satu waktu dalam hidup kita, kita pasti pernah mengekspos info pribadi kita. Mana tahu kebetulan ada oknum tdk bertanggung jawab yang berada dekat kita dan mengambil manfaat dari tindakan kita.

That’s it untuk sekilas info sore ini.

-Author (yang masih kaget juga dengar modus ini)-

Advertisements

Author: onedust

House-Wife. Writer. Blogger. Translator. Chef. Mother. Possibly every other job.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s