I’m Gay, so what?!

Friendsss.. Pernah ketemu / punya teman yang mengaku gay atau lesbi?

Biasanya mereka tidak akan bilang, “I’m gay, so what?” sesantai itu, kecuali anda adalah orang sangat mereka percaya.

dan tidak mudah menjadi orang yang terpercaya. Karena… Kecuali kita adalah sesama orang satu kelompok, kita tidak akan mengerti apa yang mereka rasakan. Saya punya 1-2 teman yang lesbian dan gay, well sebenarnya saya tidak prefer menyebut sebutan ini karena kesannya memarjinalkan. Saya sebut saja, Unique. Because they are unique in many ways most people aren’t. dan walaupun saya terbilang open-minded, saya pun masih tidak mengerti apa yang mereka rasakan.

tapi beberapa orang yang saya kenal, yang tahu punya teman lebih “unique” dari lainnya, mereka cenderung untuk menjauh. Why is that? Ada yang bilang takut ketularan.. Hahaha.. saya suka geli mendengarnya, memangnya itu penyakit menular ya? Atau karena tuntutan profesi orang menjadi gay? Hm…Setiap profesi punya konsekuensi dan risikonya sendiri-sendiri, jadi jangan pilih profesi yang anda akan sesali karena takut tertular penyakit “gay”… or just accept it and deal with it. Kadang-kadang orang suka ga pede dengan dirinya sendiri. Menurut saya, selama kita punya strong sense of self, kita bisa pilih kita mau jadi orang yang seperti apa. up to us.

Ada lagi yang menjauh karena ilfil?? atau malas dinilai sama kalau bergaul dengan orang yang “unique”.. so what getu lho??! Sekali lagi, I think this is just lame reason. They don’t deserve to be marginalized. Saya pernah tinggal dalam waktu cukup lama di tempat dimana saya adalah minoritas, walaupun bukan dalam konteks sexual preference. tapi disitu saya belajar, bahwa termarginalkan adalah hal yang sangat tidak menyenangkan. Hanya karena kita kebetulan tidak di aliran mainstream, apakah serta merta kita salah? Rasanya kurang tepat mengeneralisasi apapun. tapi itu yang selalu dilakukan di masyarakat komunal seperti disini. Anyway, seperti layaknya kaum minoritas, saya berjuang untuk membaur dengan warga sekitar, dan effortnya berkali-kali lipat ketimbang kita bergaul di lingkungan yang kita memang sudah familiar. Disitu saya menghargai perasaan dan effort teman-teman saya yang “unique” , yang berusaha berbaur dengan keadaan sekitar (My friend out there, you know I never offend you whatever path you chose). More or less, it is the same.

Saya punya contoh kasus tentang orang yang cukup shock karena mendengar dari satu orang teman bahwa teman yang lainnya gay. Singkat cerita, Dia chatting dengan saya di YM. Terus dia tanya ,”Res… si X kan gay ya?”, respon saya ” Oh iya.. udah lama kali..”. Setelahnya dia bingung kenapa saya bisa merespon sesantai itu.. saya lanjutkan,” Emangnya kenapa? Emangnya setelah jadi gay, terus dia jadi jahat ma gue.. kan enggak.. “, Kemudian teman saya masih ingin mendebat,” ya.. tapi kan.. ya lu tau lah.. dia kan beda..”. LAHH, TERUS PIYE?? Chatting diakhiri dengan dia yang masih tidak tahu mau berbuat bagaimana, ditambah lagi dia bingung respon santai saya, plus disekitarnya (nampaknya) baru ada 1 orang yang “unique”. Get over it dude!

Anyway, just a personal opinion : Ini bukan hal yang harus diperangi dalam arti kata yang sebenarnya. Saya pecinta damai. Berharap semua orang bisa hidup rukun dan saling mengerti. Karena mereka dan kita tidak berbeda. Baik buruknya seseorang bukan dilihat dari sexual preference-nya tapi seberapa banyak mereka berbuat baik bagi sesama. (menurutku sih…) Well, daripada banyak omong begini, lebih baik kita tanya diri masing-masing.. are we any better than them as a person so that we can discriminate them? I think human value lies on own’s conduct as long as you do good deeds to the society.

- Discriminate if you want to be discriminated, otherwise don’t do it-

Author

Hati-Hati Modus Penipuan ini!

Mendekati Hari Lebaran, Nampaknya akan banyak modus penipuan dan perampokan yang terjadi di sekitar kita. Seperti barusan 15 menit yang berlalu, Bapak Mertuaku ditelpon oleh seseorang yang mengatakan bahwanya anaknya (suamiku) mengalami kecelakaan. Masalahnya dia juga menyebut nama saya dengan benar (OMG). Untungnya orang itu belum selesai bicara, telponnya langsung dimatikan oleh bapak mertua. Alhasil mama mertua panik dan menelpon ke orang rumah di Jakarta untuk mengecek apakah kabar tersebut benar. Ya tentu saja tidak. Tapi anyway, ini modus penipuan yang sangat sangat menyebalkan!!

Saya kemudian cek kabar ini dengan nyokap, dan katanya sekumpulan orang-orang ini (kita sebut saja sindikat) bisa tahu profile keluarga kita. Hati-hati lho! apalagi disaat lengah, kadang-kadang mereka menelpon pasangan kita dan mengatakan suatu kebohongan yang konteksnya mengadu domba kita, Astagfirullah! Atau berbohong soal keluarga kita yang (kebetulan) sedang keluar kota, dan meminta sejumlah uang untuk ditransfer.

Kisah nyatanya terjadi di salah satu karyawan kantor nyokap, yang saya akan ceritakan kembali :

Orang ini menelpon ke nyokap yang mengatakan bahwa direktur utama butuh sejumlah uang untuk membiayai pelatihan (caution : orang yang menelpon biasanya sangat meyakinkan, dan sepertinya memantau aktivitas perorangan personel rumah sakit, dan dalam hal ini kata nyokap gue, suaranya bisa sangat persis dengan kolega yang kita kenal). Kemudian nyokap bilang bahwa dia tidak bisa asal mentransfer tanpa approval salah satu direksi keuangan. singkat cerita, nyokap mengecek ke direksi keuangan apakah benar direktur utama sedang berada di X (dan ternyata memang benar!) dan uang tersebut ditransfer. Loss : 40 million Rupiah.

Anyway, bila anda/kerabat/saudara/pasangan anda mendengar orang yang terkena musibah ini, things to do:

1) Selalu Cross-Check ke orang-orang terdekat kita. Misalnya pasangan kita lagi diluar kota, dan kebetulan sinyal hpnya jelek dan tidak bisa dihubungi, lalu kita ditelpon oleh sindikat ini bahwa pasangan kita kecelakaan. Jangan langsung percaya. Hubungi semua possible number : telpon kantor, telpon hotel tempat menginap, telpon orang yang berangkat bareng suami.. pokoknya cek dulu semuanya.

2)Jangan panik. this is most important. Otak manusia dibuat dengan setting ketika mendengar kata “kecelakaan”, “selingkuh”,”tabrakan”, bagian yang memproses emosi amigdala (hehe semoga belum lupa istilah psikologi) langsung bereaksi. Kita jadi kurang bisa berpikir logis. Count to 10 to deep breath and give time to re-think about the situation.

3) (Kalo kita bisa sama canggihnya dengan si penipu) kata ade gue, better kita mengenali kode tertentu dalam kalimatnya yang kurang make sense. Bisa jadi dia benar dalam menyebutkan nama semua anggota keluarga kita, tapi belum tentu kalimat yang diucapkannya bersinergi satu sama lain. Agak susah menyebutkan contohnya. Tapi kalau memang suara di telpon itu bukan suara yang menghipnotis, coba kita tanya balik dengan pertanyaan yang cuma kita dan orang terdekat yang tahu. Misalnya (kalau dia bilang dia lagi di lokasi kecelakaan) tanya saja pertanyaan : suami saya punya tahi lalat di daerah punggung kiri ga?  Nah.. kalau dia ga bisa jawab, berarti dia bohong dan matikan telponnya.  Ini cuma contoh yang saya kepikiran sekarang.

4) Selalu ajak orang terdekat untuk mendampingi kita (bila kita sudah dalam konteks tertipu dan setuju untuk transfer) dan akan otw ke ATM. Keberadaan orang yang mendampingi diyakini dapat mengurangi efek ketertipuan kita (please open kamus indonesia). dan syukur-syukur membuat kita mencancel transfer uang.

5) Precaution untk seterusnya : Jangan sembarangan memberikan pin ATM, info bank, dll walaupun ke keluarga sendiri. Bukannya ga percaya sama keluarga kita, tapi jaman sekarang penjahat canggih bgt. Pada satu waktu dalam hidup kita, kita pasti pernah mengekspos info pribadi kita. Mana tahu kebetulan ada oknum tdk bertanggung jawab yang berada dekat kita dan mengambil manfaat dari tindakan kita.

That’s it untuk sekilas info sore ini.

-Author (yang masih kaget juga dengar modus ini)-

Jual Buku Koleksi Pribadi! —> Closed!

>>> Lapak Jilid 1 ditutup hari ini. Saya ucapkan terimakasih kepada semua orang yang telah membeli buku-buku saya.

Semoga bermanfaat untuk studinya. Tolong dijaga baik-baik ya. Ilmu adalah Harta yang Tak Ternilai Harganya.

-Author (baru pulang dari JNE Office)-

 

Hai Again Temans..

Saya sedang mengeluarkan buku-buku psikologi dari dalam lemari saya. Sebagian adalah buku yang saya gunakan waktu kuliah, tapi karena sekarang beberapa buku tidak diperlukan lagi (plus ada beberapa judul yang jumlahnya ganda) jadi daripada disimpan di rumah saya, lebih baik diberikan kepada orang yang membutuhkan. Didalam beberapa buku, terdapat higlight stabilo, jadi kondisi tidak 100% bersih. Bila tidak berkeberatan dengan itu, silahkan memesan.

Biaya : tergantung harga buku dan alamat pengiriman

Pengiriman : seluruh indonesia (Kemanapun yang ada jasa TIKI). buku akan dikirim setelah pembayaran diterima.

Sekiranya ada yang ingin menyumbang untuk perpustakaan psikologi, tolong infokan alamatnya dan akan saya kirim ke yang bersangkutan. tapi tolong bayar in advance Courier Chargenya ya..

Here goes the list  of my first container :

1) A practical guide to behavioral research : tools and techniques 5th Edition by Robert Sommer and Barbara Sommer. Oxford university press. 2002   *Free

2) Development in Rorschach Technique Vol.1 : Technique and Theory by Bruno Klopfer et al. Harcourt, Brace & World, Inc. 1954  *IDR 20.000

3) Concepts and Theories of Human Development by Richard M. Lerner. Addison-Wesley Publishing Company. 1976 *IDR 5.000

4) Social Learning Theory by Albert Bandura. Prentice-Hall,Inc. 1977  *IDR 10.000

5) Rorschach Test : II . A Variety of Personality Pictures. Samuel J.Beck. Grune & Stratton, NY. 1949 * IDR 30.000

6) Sampling Techniques 3rd Edition by William G. Cochran. John Wiley & Sons, Inc. 1977 *IDR 10.000

7) Intervention in Occupational Stress : A Handbook of Counseling for Stress at Work. Randal Ross & Elizabeth Altmaier. Sage Publication,Ltd. 1994 *IDR 5.000

8 ) Psychological Report Writing 4th Edition. Norman Tallent. Prentice-Hall,Inc. 1998 *IDR 10.000

9) Introduction to Personality 5th Edition. Walter Mischell. Harcourt Brace Jovanovich College Publishers. 1993         *IDR 50.000 (Buku asli, bukan fotokopi)

10) Child and Adolescent Therapy : a Psychotherapy handbooks series. David Lane & Andrew Miller. Open University Press. 1992. * Free

11) Confident Kids : Membantu anak anda mengatasi rasa takut & membuatnya percaya diri. Dr.Janet Hall. PT Halirang. 1997. *Free (non-text book)

12) The Drawing Completion Test : a projective technique for the investigation of personality based on the Wartegg Test Blank. G. Marian Kinget. Grune & Stratton Inc. 1952.  *IDR 20.000

13) Lie Test : Deception, Truth, and the polygraph. Leonard H. Harrelson. Jonas Publishing. 1998. *IDR30.000 (Buku asli, bukan fotokopi)

14) Conjoint Family Therapy revised edition. Virginia Safir. Science & Behavior books, Inc. 1967 *Free

15) The Rorschach Technique : An introductory manual. Bruno Klopfer & Helen H. Davidson. Harcourt, Brace & World,Inc. 1962. *IDR 10.000

16) Evaluating Training Programs 3rd Edition : The Four Levels. Donald Kirkpatrick & James Kirkpatrick. Berret-koehler publishers,Inc. 2006. *IDR 10.000

17) Behavior Disorders of Childhood 3rd Edition. Rita Wicks-Nelson & Allen C.Israel. Prentice-Hall, Inc. 1997.          *IDR 10.000

18) Personality 5th Edition. Jerry M. Burger. Wadsworth Thomson Learning. 2000. *IDR 20.000

19) The Thematic Apperception Test, The Children’s Apperception Test and The Senior Apperception Technique in Clinical Use 3rd Edition. Leopold Bellak. Grune & Stratton, Inc. 1973. *IDR 15.000

20) Experimental Psychology. Anne Myers. Litton Educational Publishing,Inc. 1980. *Free (Hardcover fotokopi dengan kondisi lem sudah copot)

21) Personality Projection in the Drawing of the Human Figure (A Method of Personality Investigation). Karen Machover. Charles C.Thomas Publishers. 1949. *IDR 5.000

22) How to Help Children with Common Problems. Charles E.Schaefer & Howard L. Millman. Van Nostrand Reinhold Company,Inc. 1981 *IDR 5.000

23) Menyusun dan Mengevaluasi Laporan Penelitian. Soetarlinah Sukadji. UI-Press. 2000 *IDR 1.000

24) Educational Psychology : Theory & Practice 4th Edition. Robert E. Slavin. Allyn & Bacon. 1994 *Free

25) Lifespan Development 5th Edition. Jeffrey S.Turner & Donald B.Helms. Holt, Rinehart & Winston,Inc. 1995 *Free

26) Theories of Personality 4th Edition. Calvin S.Hall et al. John Wiley & Sons,Inc. 1998. *IDR 20.000

27) Interviewing : Principles & Practices 7th Edition. Charles J.Stewart& Willian B.Cash. Brown & Benchmark,Inc. 1994 *IDR 10.000

28) Evaluating Training Effectiveness 2nd Edition. Peter Bramley. The McGraw-Hill Companies. 1996 *IDR 10.000

29) Experimental and Quasi-Experimental Designs For Research. Donald T.Campbell & Julian C.Stanley. American Educational Research Association. 1963 *IDR 5.000

30) Assessment of Persons. Norman D.Sundberg. Prentice-Hall,Inc. 1977 *IDR 15.000

Hubungi : penulis.angin@gmail.com

* Untuk buku yang sudah terjual, nama buku sudah di strike through.

Kebersihan adalah sebagian dari iman.. tapi imannya siapa?

Saya butuh waktu cukup lama untuk melontarkan topik ini, karena memikirkan banyak orang yang akan tersinggung. Tapi kalau tidak sekarang, kapan lagi saya bisa mengeluarkan uneg-uneg di kepala saya?

Saya dibesarkan dengan ajaran agama Islam, dan sejak kecil sudah diajarkan Hadits ” Kebersihan adalah sebagian dari Iman”. Pelajaran agama mengenai ini selalu diulang-ulang dari mulai SD, SMP, SMU (bahkan waktu di kampus). Buat saya sih, Hadits ini ngelotok banget di pikiran saya. Terlebih lagi saya melihat contoh mama saya yang tidak pernah buang sampah sembarangan dan selalu membawa kantong plastik dalam tas kerjanya. Bagi saya, itupun salah satu perilaku menjaga kebersihan.

Kemudian waktu SD sampai SMU, saya terlempar di lingkungan orang yang sangat tidak senang menjaga kebersihan. Sebut saja, sesama penumpang di angkot/bis kota yang makan siomay setelah itu membuang bungkusnya ke luar jendela bis atau di bawah kakinya, atau teman yang merokok dengan gayanya yang selangit lalu mematikan/menginjak puntung rokok dengan kakinya, atau malah guru PPKn yang di suatu hari yang cerah saat Dharmawisata membuang sampah ke kali di depan mata saya. Duh, what’s wrong with you people?

Masih contoh ekstrimnya adalah teman-teman saya yang aktif dalam kegiatan rohani. Orang-orang yang secara normative lebih rajin ibadah dan membaca kitab suci, mereka juga sering mendengarkan ceramah agama dan selalu membasahi mulutnya dengan kalimat-kalimat Illahi. Intinya adalah orang-orang yang saya sangat hormati dari segi pengetahuan agama. tapi di suatu kesempatan saya sedang kongkow dengan mereka, lagi-lagi saya menemukan mereka membuang sampah sembarangan di jalan. Akh! saya kesal.

Orang-orang sering sekali menasihati saya mengenai agama, tentu saja saya dengan senang hati selalu mendengarkan.  Tapi please deh.. aplikasi perilakunya hanya sebatas ibadah buat diri sendiri sajakah? Memangnya dalam ajaran kita (bukan terbatas pada Islam saja, agama lainnya juga) manusia diajarkan untuk Hanya mementingkan dirinya sendiri? Saya paham sekali bahwa Surga itu adalah reward terbesar yang Tuhan berikan bagi manusia yang berhasil menjalani segala perintahnya. Namun saya juga sadar, orang yang condong hanya rajin ibadah/baca kitab suci tapi lupa bahwa dirinya juga berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan alam itu sama tidak baiknya.

Okay here goes my blabbering.

Saya hidup di Jakarta. Kota yang saya cinta dan benci dengan persentase masing 100%. Cinta karena saya lahir disini dan banyak memori indah yang terekam di benak saya. Benci karena semakin lama manusia yang tinggal di jakarta tidak jelas perilakunya. Sekarang saya tanya : Kebersihan adalah Sebagian dari Iman.. (semua orang di Jakarta pasti beriman dong), tapi imannya siapa?

Apakah tukang sampah yang digaji oleh dinas kebersihan DKI JKT untuk menyapu sekitar jalan protokol?

Apakah cleaning service gedung yang tiap 20menit sekali membuang sampah tisu toilet di wc wanita?

Apakah orang yang bekerja di kementrian Lingkungan Hidup karena tuntutan kerjanya dia harus ramah lingkungan?

Apakah petugas di pintu air manggarai yang sebelum musim hujan tiba harus menyerok sampah yang berkumpul di dekat saluran air?

Ternyata spesifik sekali orang-orang yang beriman.

Dulu pernah ada seorang teman yang sedang naik angkot bersama saya, kemudian setelah turun dia membuang sampah plastik bekas makanannya di depan saya. Saya kaget dan langsung menyuruhnya untuk mengambilnya. Reaksi beliau adalah menolak kemudian bete selama beberapa saat dengan saya. Saya tidak terlalu peduli dengan hal itu. Yang penting misi menjaga lingkungan bisa tercapai. Di lain kesempatan, 1 tahun setelahnya, dia mengajak bicara ” Res, dulu waktu lu marahin gue gara-gara gue buang sampah di jalan itu tuh… setelahnya ada orang yang buang sampah depan gue.. ga tau kenapa gue jadi bete juga.. sorry ya waktu itu gue bete ma lu”. Baguslah kalau memang sadar.

Tapi sebenarnya saya malas beralih peran jadi polisi lingkungan. Wong kita belajar agama kan buat diaplikasiin juga. Masa’ yang gitu aja masih perlu didiktein? Lalu saya ngomong begini ke dia ” Gue lebih bete kalau gara-gara sampah yang kita buang di jalan, terus nyumbat saluran, terus jakarta jadi banjir, terus rumah gue tergenang air, abis itu gue mesti nyerok-nyerok air, ngepel rumah yang notabene baunya minta ampun.. gila.. males banget ga sih?”

Hahaha.. salah ga argumen saya?

for everybody out there … (literally everybody, termasuk orang bermobil mercedes yang masih juga nyampah di jalan) kalau kamu tidak beriman pada Tuhan YMK, silahkan untuk membuat kekacauan dan kekotoran di dunia ini. Masih banyak tempat yang perlu dikotorin biar merata.

Buat kawan-kawan yang beriman/merasa dirinya beriman, tolong jaga kebersihan bukan cuma buat diri sendiri, tapi buat orang lain juga. mungkin kalian pernah nyampah/bakar sampah atau apapun yang tidak earth-friendly di kota lain, tapi jangan pernah pikir bahwa yang kotor cuma area kalian saja. Bumi sudah masuk siaga satu. Ibarat pasien, “mesti masuk ICU”.

Mohon dikaji ulang apakah ajaran agama menghendaki kita untuk berbuat jahat pada alam. Tapi saya tidak akan berceramah, karena ceramah itu tugasnya ahli agama. Untuk lebih jelasnya tanya guru agama masing-masing. Saran dari saya sebagai orang yang pernah belajar Psikologi : “Experience is the best teacher “, jadi coba saja kita tinggal 2 hari di Bantar Gebang atau Leuwigajah. Zaman dulu gas metana akibat reaksi kimia dari sampah-sampah itu pernah meledak, dan membuat longsoran sampah. Akibatnya banyak orang yang tewas.  Apa enaknya meninggal ditimbun sampah?

but then again, kita selalu berkilah (dalam hati tentunya) “Itu terjadi pada mereka, tapi ga mungkin terjadi sama gue”.

Yah.. emang dasarnya kalau ga sadar ya udah.. tapi kalau rumah gue kebanjiran, tolong pel-in yeee..

-Curhat jam 17.18-

Java-Avocado from Bengawan Solo Coffee

JFYI : I am not a Coffee Person. I’m Tea lover. My Coffee consumption per annum is 5 glass at most.

But I feel like I have to review Hot Java Avocado from Bengawan Solo Coffee.

I bought BengSol Coffee at the airport after waving goodbye to my dad who went to Turkiye. My mom, brother, and sister love to hang out in coffee shop while I don’t. She said I should try to drink and relax once in a while. So I decided to order Cold Java Avocado.

This is my review :

1) About the Service

I usually complain a lot how food/beverage industry services here are far from satisfying. but for this case, I praised 2 times for the serving speed and warm hospitality. The Barista is only alone, but he somehow managed to serve 7 drinks in less than 5 minutes. Two Thumbs Up Yo! I was still waiting my cold beverage when he said ” my apology miss, but we ran out of Whip-Cream, Are you okay without it?” I thought no cold coffee can be good without Whipping Cream, then I replied, ” Well then, please change to Hot one please”. Well, it’s still less than 5 minutes serving time.

2)About The  Price

It costs about Rp 24,000. Not too expensive with same size as Regular Starbucks (oops I did mention brand again, sorry).

3)About The Taste

Here comes the Best Part.

I absolutely have no idea of how to make this beverage.

Java Avocado means, either ” Javanese Coffee with Avocado taste” or ” Avocado drink with a scent of Javanese Coffee”. Which I instantly got confused after one sip. Drink in a sip, let it flow through your mouth, first you will taste sweet and bitterness of the coffee, paused for 1-2 second, the taste will change from Coffee to Avocado. I feel 2 sensations in just 5 seconds. The Secret Formula is “never drink all in one shot, coz you are gonna miss the whole experience”.

Whether it’s just the Barista being too skillfully blending the coffee, or it just the franchisor developed too good of a recipe. Anything is fine. You definitely should try it!

Theme Changed!

Hey I changed my Web theme.. Now it’s more clean look.
Don’t forget to visit my site and Click Social Vibe. My polar bear needs your support. Save our environment starting now!

Kalau gas bocor, jangan panik!

Sebagai permulaan, saya menulis artikel ini setelah mendengar cerita mengenai kebakaran di dapur tante saya, Nina Martini Yamin. So All credit goes to her.

Rangkuman ceritanya : Tante saya tidak menyadari bahwa klep tabung gasnya bocor dan gas sudah menyebar ke seantero rumahnya. dan untungnya (Terimakasih ya Allah) tante dan om saya dibangunkan lewat mimpi bahwa gas dirumahnya bocor.

Kejadiannya pagi hari sekitar jam 3.30. Jam segitu biasanya orang belum bangun tidur/sudah bangun tapi masih ngantuk/masih mati suri, singkatnya tidak waspada. Tapi kalau bau LPG sudah menyerang, mau tidak mau harus langsung siaga. Hanya saja (konon kata tante saya) orang seringkali panik dan mengambil tindakan salah, makanya yang tadinya hanya gas bocor berubah menjadi ledakan/kebakaran.

Tips dari Tante Nina :

1) Bila sudah mencium gas bocor, langsung cabut selang dan klep gas

2) Buka seluruh jendela dan ventilasi dan biarkan gasnya keluar dari rumah.

3) Biarkan dulu kondisi apa adanya sampai baunya hilang

4) Jangan menyalakan lampu atau barang elektronik lain yang memicu loncatan arus listrik, sebab ini penyebab utama kebakaran

5) Jauhi lokasi gas. kalau perlu ngumpet di kamar atau keluar dari rumah.

6) Yang paling penting adalah : Jangan Panik!!

sebelum ledakan terjadi di rumahnya, tante dan om saya sudah mencabut selang dari tabung gas, dan membuka jendela rumah lebar-lebar. Untungnya saat itu, mereka tidak melakukan kebiasaan mencuci tangan di keran dapur, dan atau menyalakan lampu dapur untuk menemukan lokasi gas (saat kejadian, dapur dalam keadaan gelap gulita).  Setelah itu mereka balik ke kamar tidur di lantai 2. 30-40 menit berlalu barulah tante saya ke kamar mandi untuk wudhu, nah… pas wudhu itulah mesin pompa air otomatis menyala dan memicu ledakan di dapur ( untungnya mereka tidak berada disitu!). Padahal setelah setengah jam diasumsikan gas sudah keluar dari jendela rumah.

Mengingat akhir-akhir ini banyak sekali kasus ledakan tabung gas, kita mesti extra-waspada. Banyak orang tidak tahu akhirnya menjadi korban. Semoga curhat tante saya dapat memberikan tambahan pengetahuan.

Tengkyu ya Tante Nina

Apa yang terjadi bila hari berlalu tanpa sesuatu yang menarik?

Pertanyaan yang lumayan filosofis, tapi hampir pasti terlupakan.

Apa yang terjadi bila hari berlalu tanpa sesuatu yang menarik? Harusnya kita melakukan sesuatu untuk membuatnya menarik? atau memang ketentuan-Nya bahwa hari itu dijadikan tidak menarik. Kebanyakan manusia melalui hari tanpa sesuatu yang menarik. Karena kita menutup indera perasa, indera penglihatan, indera pendengaran, indera penciuman, indera peraba.

Bila kita meninggalkan dunia pada hari dimana kita tidak mendapatkan suatu kemenarikan, sungguh merupakan cara meninggal paling membosankan.

Apapun itu, jadikan hari-harimu selalu menarik.

-kontemplasi jam 23.12-

Supermarket punya barang bagus, kok saya ga ditawari ya?

3 bulan terakhir saya sering belanja di berbagai supermarket dan mini market. Yang terdekat dengan rumah adalah carrefour express taman aries, superindo, alfamidi, alfamart, dan indomaret. Khusus 3 toko yang saya sebutkan pertama, saya cukup sering kesana karena harus belanja sayur-sayuran. Ini yang akan saya bahas.

Probabilitas saya belanja dengan membawa shopping bag adalah 70-30. artinya biasanya memang bawa kecuali di hari yang ga ada rencana belanja. karena sering belanja, saya jadi tahu kalau di supermarket ini mereka punya kampanye penggunaan shopping bag.

Misalnya di alfamidi, di salah satu rak display tidak jauh dari kasir, terdapat tas go green buatan alfa yang dipajang.

atau di carrefour ada green bag seperti di bawah. Pernah lihat kan?

carrefour bag

Go Green Alfa Mart Bag

Desainnya menarik hati saya untuk mendapatkannya. Tapi yang saya bingung, KOK SAYA GA DITAWARI YA?

Saya pikir 2 toko ini pasti melakukan akan melakukan promosi Go Greennya tapi ternyata kasirnya ga diajarin untuk promosi ini. Kalau begini kan sama aja bo’ong dong kampanye cinta lingkungannya.

Buat AlfaMidi dan

Carrefour Express, Memang melatih orang memakai shopping bag itu ga gampang. Tapi better you offer it than straightly pulling up your plastic amo.

Beberapa kali saya belanja di kedua supermarket ini, kronologisnya selalu sama :

a) saya mendekati kasir dengan belanjaan yang segambreng

b) orang kasir langsung (literally automatically) mengeluarkan tas plastik dari sisi bawah meja kasir

c) saya memberi sinyal dengan tangan : “Mbak, ga usah pake plastik”

d) kasir tetap bersikeras memasukkan belanjaan saya ke plastik

e) Dengan nada sedikit tinggi ” mbak, saya bawa TAS INI.. Tolong masukkan ke sini”

f) bilamana saya sedang membeli telur, kronologis menjadi bertambah. percakapan saya menjadi begini

— telurnya saya bungkus ya —-

—- ga usah mbak, taruh di tas saja tapi nanti terakhir diatas—

—  (kasir ngeyel dan tetap mengeluarkan plastik bening)

— Mbak saya bilang ga usah!!—

(fiuhhh) siapapun yang beli telur curah pasti tahu bahwa sebelum ditimbang sudah pasti kita memakai plastik bening untuk menampungnya. cuma masalahnya orang kasir memberikan 1 plastik bening + plastik putih sbagai tambahan, katanya biar ga bocor kalau pecah(Alasannya bener, tapi tindakannya salah). Karena itu malah nambahin plastik lebih banyak!!

g) Akhirnya kasir mengerti dan menaruh semua dalam tas saya.

h) Senjata terakhir saya : ” Mbak, Itu ada green bag disitu, kenapa ga dipromosiin? sayang amat buang-buang plastik”

i) Senjata andalan kasir : “Iya.. Maaf Ibu”

-Percakapan ditutup-

Begitulah kondisinya. Mungkin tidak terjadi di semua supermarket yang namanya saya sebut, tapi bagaimanapun kasir itu kan frontlinenya perusahaan. Mestinya beliau-beliau ini sadar bahwa nama perusahaan juga dipertaruhkan.

Anyway, Support Shopping Bag for the future!!

A Nasty Business – why commercial whaling must end

A Nasty Business – why commercial whaling must end.

Kenapa dunia jadi ga balance? mungkin salah satunya karena ini.

Memprihatinkan.

Sementara orang-orang sibuk dengan mobil barunya, apakah isu seperti ini terperhatikan? Padahal kita belajar agama sejak kecil. Tapi mungkin memang tipikalnya orang indonesia saja yang pikiran dan hatinya tidak menyatu ya? Manusia memang perlu diingatkan oleh-Nya.

Tapi saya memilih untuk tidak ditegur dengan azab yang berat. Memangnya cerita Nabi eksis untuk apa? It means something more than just children’s bed time story. People should be aware of themself and how they have damaged environment severely, a tree would cry.

-just contemplation, I did try to ask people to be aware, they don’t seem to care-

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.