Jual Buku Koleksi Pribadi *Lapak Jilid 2* (^o^)//

Temans,

terimakasih atas sambutan lapak jilid 2 .. berikut ini saya akan mengupdate buku yang sudah terjual (di strike through) . yang lainnya masih ada, pesanan hanya dilayani via email.

Tks

>>Temans…

Setelah berpikir agak keras, nampaknya saya akan menjual kembali buku-buku Psikologi koleksi Pribadi saya. Please note jilid 2 ini semuanya buku kesayangan saya, jadi siapapun yang beli, tolong rawat baik-baik.Btw, jumlahnya tidak sebanyak Lapak jilid 1. Untuk buku yang gratis, cukup membayar ongkirnya. Mengingat kesibukan penulis di kantor, buku akan dikirim dalam kurun waktu 3×24 jam sejak pembayaran diterima.

1) Roan, W.M. 1979. Ilmu Kedokteran Jiwa Psikiatri. Edisi Pertama.

–> Buku Jadul abis, isinya penyakit jiwa dibahas lengkap. *Gratis

2)Mussen, Paul.1970. Carmichael’s Manual Of Child Psychology. John Wiley & Sons, Inc. NY –> *Gratis

(Fyi, ini buku hibah yangtebalnya 1500 halaman)

3)Baron, Robert A. & et al. 2006. Social Psychology 11th Edition. USA. –> Rp 20.000

4)Wood, James & et al. 2003. What’s wrong with the Rorschach?. USA: John wiley & sons –> Rp 50.000

5)Schaefer, Charles & Connor, Kevin. 1983. Handbook of Play Therapy. USA : John Wiley & sons –> *Gratis

Silahkan pesan, hubungi : penulis.angin@gmail.com

Perempuan, berkaryalah!

21 April adalah harinya perempuan (atau wanita, yang mana yang anda sreg saja). secara kebetulan, hari ini saya ingin menuliskan pendapat mengenai perempuan. kenapa? karena saya juga perempuan.

Perempuan Indonesia,

Figur yang memiliki banyak peran.

Perempuan sebagai ibu, Perempuan sebagai teman baik, Perempuan sebagai pekerja, Perempuan sebagai anak, Perempuan sebagai partner, Perempuan sebagai istri, Perempuan sebagai orang tua tunggal, Perempuan sebagai menantu, Perempuan sebagai kepala keluarga, Perempuan sebagai pencari nafkah.

Dengan sekian banyak peran yang dimainkan oleh perempuan, perempuan layak mendapatkan apresiasi. Apresiasi terhadap perempuan terus tumbuh dari masa ke masa, tapi tetap saja apresiasi tersebut masih digaungkan… karena masih kurang. Maaf tidak kongkrit tapi apresiasi (1 kata ini saja) mengandung segudang makna (atau penulis tidak mau repot menuliskan sekian banyak maknanya hehe).

Dari beberapa perspektif, perempuan kurang terapresiasi karena perempuan tidak memposisikan dirinya sebagai yang layak terapresiasi. perempuan sering cepat puas dengan apa yang sudah didapat.

Bagi sebagian perempuan, gaji 4 juta/bulan yang penting cukup untuk fashion dan makan di restoran mahal. Bagi sebagian perempuan, tidak melanjutkan pendidikan lebih tinggi pun tidak masalah, walaupun ada kesempatan. Bagi sebagian perempuan, yang penting bisa mengurus suami sudah cukup. Bagi sebagian perempuan, yang penting bisa kerja kantoran tidak usah jadi bos juga tidak apa-apa. Bagi sebagian perempuan, menerima amplop gaji dari suami saja sudah cukup walaupun dikasih kesempatan bekerja.

Selama ini perempuan selalu dibandingkan dengan laki-laki dalam banyak aspek terutama di dunia kerja. Perempuan dinilai terlalu emosional dalam mengambil keputusan. Perempuan dinilai terlalu cengeng saat menghadapi masalah. Perempuan dinilai tidak layak menaiki jenjang lebih tinggi.

Saya akan bilang, kenapa mesti dibandingkan!!

Jangan bandingkan perempuan dengan laki-laki, sejak awal memang sudah beda. Yang bisa membandingkan seorang perempuan hanyalah perempuan lainnya. Ambillah satu figur perempuan yang anda hormati, dan jadikan sebagai penyemangat anda, dan upgrade diri anda ke arah yang lebih baik. Jaman sekarang, banyak kesempatan tersia-siakan oleh perempuan karena perempuan sendiri yang membatasi pengembangan dirinya. Jangan takut kalah saingan dengan laki-laki. Takutlah kalah bersaing dengan perempuan lain.

Tentukan target diri yang lebih tinggi, bekerja keras, dan berkarya.

Anda hanya pembantu rumah tangga? Jangan kecil hati. Apa hal terbaik yang bisa dilakukan seorang pembantu rumah tangga? (misalnya) terus belajar resep makanan nusantara (lumayan kan kalau bisa buka warung nasi kalau sudah tidak bekerja).

Anda hanya Ibu rumah tangga ? Jangan kecil hati. Ibu rumah tangga adalah profesi paling menyenangkan dan bisa dibilang paling fleksibel. Waktu tersedia untuk anda manfaatkan penuh,selain mengurus anak dan suami. your biggest advantage is that you can do anything that support your family while still can take care of your family.

Anda perempuan pekerja kantoran yang karirnya mandeg? Jangan kecil hati. Banyak hal yang bisa dilakukan seseorang saat menempati posisi non-manajerial. Coba saja ikut les atau training atau short course atau apapun yang anda sukai untuk menambah pengetahuan.

Poin saya adalah perempuan Indonesia jangan cepat puas dengan diri anda, teruslah menimba ilmu, teruslah menjadi lebih baik karena kita berhak mendapat yang terbai.

Perempuan, berkaryalah!

-Author-

Pharaoh’s Dance

Our Pharaoh doing Rock and Roll.
Slave come and go as they please.
It’s the age of dehumanization.
Who will obey leader?
Who will obey King?
Seven sentences for new era.
Egypt After Christ is no different than predecessor.
We might encounter absoluteism but not regime. Moses won’t divide sea of insanity.
will he?

Extraordinary = Sin ?

Extraordinary = Sin?

Sorry.. this is just question I’ve been wanting to ask to .. Anyone.

Suppose you live in Society where groupthink takes dominant part.

Are you allowed to do something Extraordinary?

Does something extraordinary equal sin?

***********************************

For here I will start with “IF”.. and only “IF”..

1) common talk about dream

Are you allowed to picture yourself  in bigger scene? I used to imagine myself in 20 times bigger scale, doing something not just usual, however my closest person said ” you can’t do that”. See how people love to steal somebody’s else dream. Do you recognize yourself in similar situation?

2) common talk about kids.

I must have such bravery to say such thing. but here people talk about kids as if it is so natural/and everybody must have one. Wow..  To see how society creates boundary/restriction/convention is really something. One thing to say is “this vagina belong to me, because it is attached to me.. and it’s not public property” .. in Society where people seem so close to each other, “vagina” is public property. Everybody is concerned how it’s going. well very debatable.. however true. Do you recognize yourself in similar situation?

3) common talk about this and that

Hey Hey.. so what if we have different perspective? One time I had LIGHT talk during lunch.. (with emphasizing Light).. it doesn’t mean to be argueable nor debatable nor leading to more serious one. It was simply LIGHT. However, one of participant who was literally older than me (chronological age, but not psychological age) debated my opinion and trying to turn conversation the other way around.. Geez.. Chill out Ladies.. Do you always do that just because I’m younger and appear more stupid than you? I never agree to any of those.. since well I’m not more of an idiot than you think I am. In fact, by the time you wanted to win the conversation, you will show yourself as idiot.

Ouch Can I say that? Hmm.. well in this very peaceful-discreet-unsincere society.. doing something like that is a sin.

Sometimes even if people do something normatively-stupid, we can’t do anything but following it. Why?

Because if you do something unnormatively-clever, you are wrong!

somebody who can answer my question without saying ” this is just how our society works”  is really appreciated.

Dude, if you are shallow thinker, and can not think of anything for yourself.. and only can copy-cat what everybody does -because everybody does it means you are on the right track? -  better prepare yourself for regular usual live and don’t ever dream of having greater life.

-Author-

P.S : Dear God, please forgive me I have done a sin.

Hypocrisy : Old Term, Old way, Recent Application

I can not help myself not to talk about this, since well everyone of us does it, possessed by it, or even live with it.

Hypocrisy came from word  “hypo” and “krinein“. “Hypo” means under. “Krinein” means to sift or decide (http://en.wikipedia.org/wiki/Hypocrisy). Later many adjustment enriched the word, but bottomline is Hypocrisy have intrinsic meaning of Lacking ability to decide on their own. This is really old term (came from ancient greek), old way (people did it from centuries ago), yet it is always recent issue (have you encountered how many hypocrite in today’s world?).

Since when people learn to be hypocrite? Maybe since a little girl, or even littler when you are baby. We live in society where telling the truth is painful, yet not very fun to hear. So our ancestors created certain way to make others feel good about themselves (no matter how terrible a person he might be), and that ability been passed thru generation. We inherited their genes, we learned their mistake, we copied their hypocrisy. That is why it keeps alive in every generation.

Say, is it a good thing? hmm.. let me think.

Recent world, as we all live in it today, is pretty messed up. Human is getting more knowledgable, more intelligent, more awareness of society. So hypocrisy is a must. BUT, this is not a line I should be speaking. To be Frank, I hate it. I have done, I’ve been living with it, Yet I still can not get used to it. Why, because the more you do hypocrisy, the more it will reduce your ability to decide. To decide means to be brave enough to say this is what I want, or which side I am. We are in modern society, keeps playing an act, in order for society to continue, yet we are degrading inside. Example of result : you will see coward, liar everywhere. People are supposed to have brave heart, think big, and do Big. but now they are turning themselves into lower level of their awareness. If modern people must be put in war, can not imagine how many people will voluntarily say yes for frontliner. They will chicken out and say nice thing of “I am good with treating injured patients ” or something like it, while they are not any closer to medical background.

O-Kay.

If everybody is good with being hypocrite, maybe we can all be actors and famous for sure. This is actually a pretty good softskill, so I encourage each of you to do wholeheartedly. If you can’t , just don’t do it. As simple as that. So talk is slightly changing from here. How should we make use of hypocrisy?

1) send your CV to talent agent, hopefully you’ll get auditioned

2) join a social network where everybody is complete strangers. You will end up being normative, and say really nice things.

3) date a guy who is totally loser, but praise him everytime with magic words “I love you”

4)stop being the real you. this may seem hard, but try to put someoneelse’s shoes and don’t return to your old shoe.

… and more….

500 people should read it and put into action. See how the world turn better and worse.

after all, it’s fun to observe.

IDR : How should it be counted?

Since I live in Indonesia and IDR is the currency, I am always curios how Government made regulation of our currency. Being not having economic-background, I only could wonder and wonder how money system goes in my daily life. Now that I am officially a wife and financial regulator of the family, my curiosity goes way higher than before. Let’s make an example :

I went shopping in Alfamidi (one of nearest convenience/grocery store cause they sell veggies). I bought
KANGKONG Leaf IDR 2,190
GARLIC IDR 4,425
BokChoy Leaf IDR 3,790
Eggplant IDR 6,118

Total IDR 16,523

How much did I pay?
If with Debit card, I can pay exact amount, but in case of CASH, It’s either IDR16,500 or IDR 17,000.
Come of think of it now, It is weird.

First) It is either Profit for the store or for me.
Seems like every transaction have to be decided on spot, by the cashier. If number goes more than x,600 as IDR 16,875.. then Cashier will automatically round it to IDR 17,000. Imagine if 1 day 100 customer with 100 of round-up-transaction, That goes the profit.

Second) No IDR 1/5/10/25 coin
I used to have IDR 50 coin, but refer to my experience, everybody rejected it as if it has no value. Which leaves more curiosity, Why bother making it if nobody use it? and why bother counting with fancy number if there ain’t real money to substitute the number? In bigger picture, accounting will calculate it on their device and find ” Okay, this month we lost about IDR 456789 or we got plus IDR 67898″. That goes very common in the report, but in reality we dont have the physical-money.

Third) Fair Calculation.

As I mentioned in point no.2, It is unfair for the citizen. IDR 1 coin (if exist) should save thousand of the poor. Not many people carry big amount of money  IDR 100,000 cash in reality.In most transaction, they would offer to trade IDR 50 or 100 coin with a candy. Say how much the candy actually worth???? then why candy? Can I trade with few grindle of peppers? Can I trade with one grain? Can I trade with one needle? That amount about the same. Honesty in handling money is an entry point to judge honesty in other field. No wonder we live in rotten-corrupted country. Because everybody is being negotiable. Money calculation is never negotiable.

As closing statement, I will tell a story about my exchange year in Japan.

In Japan,  ¥1 coin does have value. It’s smallest change yet people always use it. My truly best friend once had lots of ¥1 in his pocket. when he counted it, the total was almost ¥65, plus he got ¥50 coin, So all he had ¥115. Did it cover to buy one ONIGIRI (japanese rice ball)?? Yes! and the Cashier really didnt mind receiving 65 pcs of ¥1 coin.  SEE??

P.S : To Respectable Government, Small Money is never too small for a living. Big Money sometimes means nothing for a living. I wish somebody hear..

 

-Author (Says I am not that smart, but I do think)-

Even an OCD needs a break

First of all, it doesn’t point to me.

Second, if all OCD never sleeps then what will it be like?

Catastrophe.

**********************************

What it be like working 8 hrs a day, 7 days a week, 52 weeks a year without any single break?

Wew.. I think I had once. Not exactly repeating it for another year. but bottom line is

Everybody needs  a holiday.

We got tired living in Indonesia, that’s for sure.

Are you trying hard enough but earning very little?

was there a time when you wish you could eat better than now?

was there a time when you wish you could breathe fresher air?

was there a time when you wish you could get much better salary?

I thought about all these idealism, and that made me an OCD.

 

Go out of the house every morning just to meet thousands of cars dropping off pollution which I sucked it right into my nose. wow, that’s crazy. but crazier for people who live those everyday, and still not wishing for a change. I think I am crazy, and I dont care, all I want is a better living, better environment, better air, better water. But most people aren’t agree with me, and they keep polluting in every way they want. Either I’m so much of idealistic-OCD, or I’m just an ordinary girl who luckily can manage my sanity among all lunatic people.

The other day I spent some time talking to my lunatic friend who think littering is O’kay. Well what makes he think like that? Now I’m guessing because too much Sulphur Dioxide ran through his blood, that’s why he couldn’t have proper reasoning and judgement. Therefore I’m expressing my condolence.

but so what? thinking about it again and again, meeting people like that again and again, discussing about it again and again.. dude I am officially needing anti-OCD. or I might need a break. The question lies : When am I going to take? and to where I’m escaping? Or maybe I will stop being OCD when everybody around me being release from Mental Hospital.

Otherwise, go figure yourself people. Maybe your brain gets polluted. but don’t pollute mine.

Then I will have long nice OCD-Free Holiday..

well… Later…

I’m Gay, so what?!

Friendsss.. Pernah ketemu / punya teman yang mengaku gay atau lesbi?

Biasanya mereka tidak akan bilang, “I’m gay, so what?” sesantai itu, kecuali anda adalah orang sangat mereka percaya.

dan tidak mudah menjadi orang yang terpercaya. Karena… Kecuali kita adalah sesama orang satu kelompok, kita tidak akan mengerti apa yang mereka rasakan. Saya punya 1-2 teman yang lesbian dan gay, well sebenarnya saya tidak prefer menyebut sebutan ini karena kesannya memarjinalkan. Saya sebut saja, Unique. Because they are unique in many ways most people aren’t. dan walaupun saya terbilang open-minded, saya pun masih tidak mengerti apa yang mereka rasakan.

tapi beberapa orang yang saya kenal, yang tahu punya teman lebih “unique” dari lainnya, mereka cenderung untuk menjauh. Why is that? Ada yang bilang takut ketularan.. Hahaha.. saya suka geli mendengarnya, memangnya itu penyakit menular ya? Atau karena tuntutan profesi orang menjadi gay? Hm…Setiap profesi punya konsekuensi dan risikonya sendiri-sendiri, jadi jangan pilih profesi yang anda akan sesali karena takut tertular penyakit “gay”… or just accept it and deal with it. Kadang-kadang orang suka ga pede dengan dirinya sendiri. Menurut saya, selama kita punya strong sense of self, kita bisa pilih kita mau jadi orang yang seperti apa. up to us.

Ada lagi yang menjauh karena ilfil?? atau malas dinilai sama kalau bergaul dengan orang yang “unique”.. so what getu lho??! Sekali lagi, I think this is just lame reason. They don’t deserve to be marginalized. Saya pernah tinggal dalam waktu cukup lama di tempat dimana saya adalah minoritas, walaupun bukan dalam konteks sexual preference. tapi disitu saya belajar, bahwa termarginalkan adalah hal yang sangat tidak menyenangkan. Hanya karena kita kebetulan tidak di aliran mainstream, apakah serta merta kita salah? Rasanya kurang tepat mengeneralisasi apapun. tapi itu yang selalu dilakukan di masyarakat komunal seperti disini. Anyway, seperti layaknya kaum minoritas, saya berjuang untuk membaur dengan warga sekitar, dan effortnya berkali-kali lipat ketimbang kita bergaul di lingkungan yang kita memang sudah familiar. Disitu saya menghargai perasaan dan effort teman-teman saya yang “unique” , yang berusaha berbaur dengan keadaan sekitar (My friend out there, you know I never offend you whatever path you chose). More or less, it is the same.

Saya punya contoh kasus tentang orang yang cukup shock karena mendengar dari satu orang teman bahwa teman yang lainnya gay. Singkat cerita, Dia chatting dengan saya di YM. Terus dia tanya ,”Res… si X kan gay ya?”, respon saya ” Oh iya.. udah lama kali..”. Setelahnya dia bingung kenapa saya bisa merespon sesantai itu.. saya lanjutkan,” Emangnya kenapa? Emangnya setelah jadi gay, terus dia jadi jahat ma gue.. kan enggak.. “, Kemudian teman saya masih ingin mendebat,” ya.. tapi kan.. ya lu tau lah.. dia kan beda..”. LAHH, TERUS PIYE?? Chatting diakhiri dengan dia yang masih tidak tahu mau berbuat bagaimana, ditambah lagi dia bingung respon santai saya, plus disekitarnya (nampaknya) baru ada 1 orang yang “unique”. Get over it dude!

Anyway, just a personal opinion : Ini bukan hal yang harus diperangi dalam arti kata yang sebenarnya. Saya pecinta damai. Berharap semua orang bisa hidup rukun dan saling mengerti. Karena mereka dan kita tidak berbeda. Baik buruknya seseorang bukan dilihat dari sexual preference-nya tapi seberapa banyak mereka berbuat baik bagi sesama. (menurutku sih…) Well, daripada banyak omong begini, lebih baik kita tanya diri masing-masing.. are we any better than them as a person so that we can discriminate them? I think human value lies on own’s conduct as long as you do good deeds to the society.

- Discriminate if you want to be discriminated, otherwise don’t do it-

Author

Hati-Hati Modus Penipuan ini!

Mendekati Hari Lebaran, Nampaknya akan banyak modus penipuan dan perampokan yang terjadi di sekitar kita. Seperti barusan 15 menit yang berlalu, Bapak Mertuaku ditelpon oleh seseorang yang mengatakan bahwanya anaknya (suamiku) mengalami kecelakaan. Masalahnya dia juga menyebut nama saya dengan benar (OMG). Untungnya orang itu belum selesai bicara, telponnya langsung dimatikan oleh bapak mertua. Alhasil mama mertua panik dan menelpon ke orang rumah di Jakarta untuk mengecek apakah kabar tersebut benar. Ya tentu saja tidak. Tapi anyway, ini modus penipuan yang sangat sangat menyebalkan!!

Saya kemudian cek kabar ini dengan nyokap, dan katanya sekumpulan orang-orang ini (kita sebut saja sindikat) bisa tahu profile keluarga kita. Hati-hati lho! apalagi disaat lengah, kadang-kadang mereka menelpon pasangan kita dan mengatakan suatu kebohongan yang konteksnya mengadu domba kita, Astagfirullah! Atau berbohong soal keluarga kita yang (kebetulan) sedang keluar kota, dan meminta sejumlah uang untuk ditransfer.

Kisah nyatanya terjadi di salah satu karyawan kantor nyokap, yang saya akan ceritakan kembali :

Orang ini menelpon ke nyokap yang mengatakan bahwa direktur utama butuh sejumlah uang untuk membiayai pelatihan (caution : orang yang menelpon biasanya sangat meyakinkan, dan sepertinya memantau aktivitas perorangan personel rumah sakit, dan dalam hal ini kata nyokap gue, suaranya bisa sangat persis dengan kolega yang kita kenal). Kemudian nyokap bilang bahwa dia tidak bisa asal mentransfer tanpa approval salah satu direksi keuangan. singkat cerita, nyokap mengecek ke direksi keuangan apakah benar direktur utama sedang berada di X (dan ternyata memang benar!) dan uang tersebut ditransfer. Loss : 40 million Rupiah.

Anyway, bila anda/kerabat/saudara/pasangan anda mendengar orang yang terkena musibah ini, things to do:

1) Selalu Cross-Check ke orang-orang terdekat kita. Misalnya pasangan kita lagi diluar kota, dan kebetulan sinyal hpnya jelek dan tidak bisa dihubungi, lalu kita ditelpon oleh sindikat ini bahwa pasangan kita kecelakaan. Jangan langsung percaya. Hubungi semua possible number : telpon kantor, telpon hotel tempat menginap, telpon orang yang berangkat bareng suami.. pokoknya cek dulu semuanya.

2)Jangan panik. this is most important. Otak manusia dibuat dengan setting ketika mendengar kata “kecelakaan”, “selingkuh”,”tabrakan”, bagian yang memproses emosi amigdala (hehe semoga belum lupa istilah psikologi) langsung bereaksi. Kita jadi kurang bisa berpikir logis. Count to 10 to deep breath and give time to re-think about the situation.

3) (Kalo kita bisa sama canggihnya dengan si penipu) kata ade gue, better kita mengenali kode tertentu dalam kalimatnya yang kurang make sense. Bisa jadi dia benar dalam menyebutkan nama semua anggota keluarga kita, tapi belum tentu kalimat yang diucapkannya bersinergi satu sama lain. Agak susah menyebutkan contohnya. Tapi kalau memang suara di telpon itu bukan suara yang menghipnotis, coba kita tanya balik dengan pertanyaan yang cuma kita dan orang terdekat yang tahu. Misalnya (kalau dia bilang dia lagi di lokasi kecelakaan) tanya saja pertanyaan : suami saya punya tahi lalat di daerah punggung kiri ga?  Nah.. kalau dia ga bisa jawab, berarti dia bohong dan matikan telponnya.  Ini cuma contoh yang saya kepikiran sekarang.

4) Selalu ajak orang terdekat untuk mendampingi kita (bila kita sudah dalam konteks tertipu dan setuju untuk transfer) dan akan otw ke ATM. Keberadaan orang yang mendampingi diyakini dapat mengurangi efek ketertipuan kita (please open kamus indonesia). dan syukur-syukur membuat kita mencancel transfer uang.

5) Precaution untk seterusnya : Jangan sembarangan memberikan pin ATM, info bank, dll walaupun ke keluarga sendiri. Bukannya ga percaya sama keluarga kita, tapi jaman sekarang penjahat canggih bgt. Pada satu waktu dalam hidup kita, kita pasti pernah mengekspos info pribadi kita. Mana tahu kebetulan ada oknum tdk bertanggung jawab yang berada dekat kita dan mengambil manfaat dari tindakan kita.

That’s it untuk sekilas info sore ini.

-Author (yang masih kaget juga dengar modus ini)-

Jual Buku Koleksi Pribadi! —> Closed!

>>> Lapak Jilid 1 ditutup hari ini. Saya ucapkan terimakasih kepada semua orang yang telah membeli buku-buku saya.

Semoga bermanfaat untuk studinya. Tolong dijaga baik-baik ya. Ilmu adalah Harta yang Tak Ternilai Harganya.

-Author (baru pulang dari JNE Office)-

 

Hai Again Temans..

Saya sedang mengeluarkan buku-buku psikologi dari dalam lemari saya. Sebagian adalah buku yang saya gunakan waktu kuliah, tapi karena sekarang beberapa buku tidak diperlukan lagi (plus ada beberapa judul yang jumlahnya ganda) jadi daripada disimpan di rumah saya, lebih baik diberikan kepada orang yang membutuhkan. Didalam beberapa buku, terdapat higlight stabilo, jadi kondisi tidak 100% bersih. Bila tidak berkeberatan dengan itu, silahkan memesan.

Biaya : tergantung harga buku dan alamat pengiriman

Pengiriman : seluruh indonesia (Kemanapun yang ada jasa TIKI). buku akan dikirim setelah pembayaran diterima.

Sekiranya ada yang ingin menyumbang untuk perpustakaan psikologi, tolong infokan alamatnya dan akan saya kirim ke yang bersangkutan. tapi tolong bayar in advance Courier Chargenya ya..

Here goes the list  of my first container :

1) A practical guide to behavioral research : tools and techniques 5th Edition by Robert Sommer and Barbara Sommer. Oxford university press. 2002   *Free

2) Development in Rorschach Technique Vol.1 : Technique and Theory by Bruno Klopfer et al. Harcourt, Brace & World, Inc. 1954  *IDR 20.000

3) Concepts and Theories of Human Development by Richard M. Lerner. Addison-Wesley Publishing Company. 1976 *IDR 5.000

4) Social Learning Theory by Albert Bandura. Prentice-Hall,Inc. 1977  *IDR 10.000

5) Rorschach Test : II . A Variety of Personality Pictures. Samuel J.Beck. Grune & Stratton, NY. 1949 * IDR 30.000

6) Sampling Techniques 3rd Edition by William G. Cochran. John Wiley & Sons, Inc. 1977 *IDR 10.000

7) Intervention in Occupational Stress : A Handbook of Counseling for Stress at Work. Randal Ross & Elizabeth Altmaier. Sage Publication,Ltd. 1994 *IDR 5.000

8 ) Psychological Report Writing 4th Edition. Norman Tallent. Prentice-Hall,Inc. 1998 *IDR 10.000

9) Introduction to Personality 5th Edition. Walter Mischell. Harcourt Brace Jovanovich College Publishers. 1993         *IDR 50.000 (Buku asli, bukan fotokopi)

10) Child and Adolescent Therapy : a Psychotherapy handbooks series. David Lane & Andrew Miller. Open University Press. 1992. * Free

11) Confident Kids : Membantu anak anda mengatasi rasa takut & membuatnya percaya diri. Dr.Janet Hall. PT Halirang. 1997. *Free (non-text book)

12) The Drawing Completion Test : a projective technique for the investigation of personality based on the Wartegg Test Blank. G. Marian Kinget. Grune & Stratton Inc. 1952.  *IDR 20.000

13) Lie Test : Deception, Truth, and the polygraph. Leonard H. Harrelson. Jonas Publishing. 1998. *IDR30.000 (Buku asli, bukan fotokopi)

14) Conjoint Family Therapy revised edition. Virginia Safir. Science & Behavior books, Inc. 1967 *Free

15) The Rorschach Technique : An introductory manual. Bruno Klopfer & Helen H. Davidson. Harcourt, Brace & World,Inc. 1962. *IDR 10.000

16) Evaluating Training Programs 3rd Edition : The Four Levels. Donald Kirkpatrick & James Kirkpatrick. Berret-koehler publishers,Inc. 2006. *IDR 10.000

17) Behavior Disorders of Childhood 3rd Edition. Rita Wicks-Nelson & Allen C.Israel. Prentice-Hall, Inc. 1997.          *IDR 10.000

18) Personality 5th Edition. Jerry M. Burger. Wadsworth Thomson Learning. 2000. *IDR 20.000

19) The Thematic Apperception Test, The Children’s Apperception Test and The Senior Apperception Technique in Clinical Use 3rd Edition. Leopold Bellak. Grune & Stratton, Inc. 1973. *IDR 15.000

20) Experimental Psychology. Anne Myers. Litton Educational Publishing,Inc. 1980. *Free (Hardcover fotokopi dengan kondisi lem sudah copot)

21) Personality Projection in the Drawing of the Human Figure (A Method of Personality Investigation). Karen Machover. Charles C.Thomas Publishers. 1949. *IDR 5.000

22) How to Help Children with Common Problems. Charles E.Schaefer & Howard L. Millman. Van Nostrand Reinhold Company,Inc. 1981 *IDR 5.000

23) Menyusun dan Mengevaluasi Laporan Penelitian. Soetarlinah Sukadji. UI-Press. 2000 *IDR 1.000

24) Educational Psychology : Theory & Practice 4th Edition. Robert E. Slavin. Allyn & Bacon. 1994 *Free

25) Lifespan Development 5th Edition. Jeffrey S.Turner & Donald B.Helms. Holt, Rinehart & Winston,Inc. 1995 *Free

26) Theories of Personality 4th Edition. Calvin S.Hall et al. John Wiley & Sons,Inc. 1998. *IDR 20.000

27) Interviewing : Principles & Practices 7th Edition. Charles J.Stewart& Willian B.Cash. Brown & Benchmark,Inc. 1994 *IDR 10.000

28) Evaluating Training Effectiveness 2nd Edition. Peter Bramley. The McGraw-Hill Companies. 1996 *IDR 10.000

29) Experimental and Quasi-Experimental Designs For Research. Donald T.Campbell & Julian C.Stanley. American Educational Research Association. 1963 *IDR 5.000

30) Assessment of Persons. Norman D.Sundberg. Prentice-Hall,Inc. 1977 *IDR 15.000

Hubungi : penulis.angin@gmail.com

* Untuk buku yang sudah terjual, nama buku sudah di strike through.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.